Desta Kritik—yang akrab disapa Desta—selama ini dikenal sebagai artis yang memilih mendukung Presiden Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024. Namun, meski pernah berada dalam barisan pendukung, ia kini berani menyampaikan kritik secara terbuka demi menjaga harapan yang dulu jadi alasan memilih. Dalam gaya news yang sopan sekaligus santai, kita lihat bagaimana suara publik disuarakan lewat sosoknya. Selain itu, artikel ini menelusuri wikipedia alasan, isi kritik, dan dampaknya terhadap pemerintahan.
Latar Belakang: Dari Mendukung Menjadi Mengingatkan
Pada awalnya, Desta dikenal sebagai salah satu figur publik yang secara terbuka memberi dukungan kepada Prabowo. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, ia merasa perlu ikut mengawal jalannya pemerintahan. Menurutnya, ketika seseorang sudah ikut memilih, maka ia juga memiliki hak untuk menyampaikan kritik sekaligus mengawasi. Bagi Desta, langkah ini bukanlah tindakan sembarangan, melainkan dorongan agar janji dan harapan masyarakat tidak dikhianati. Ia menegaskan, jika melihat ketidakadilan, ia tidak bisa hanya berdiam diri.
Isi Kritik: Ungkapan Terbuka Lewat Media Sosial
Pada tanggal 1 September 2025, Desta menyampaikan suaranya melalui unggahan di Instagram pribadi. Ia memajang gambar bertuliskan “17+8 TUNTUTAN RAKYAT” dengan tiga kata penting yang ia sorot: Transparansi, Reformasi, dan Empati. Bersamaan dengan itu, ia menuliskan pesan terbuka untuk Presiden Prabowo:
“Yang terhormat Pak Presiden @Prabowo… alasan saya memilih Bapak dulu tentu karena ada harapan. Setelah menentukan pilihan, saya merasa berhak mengkritik sekaligus mengawasi jalannya pemerintahan agar harapan itu tetap hidup.”
Ia pun menambahkan:
“Saya tidak akan tinggal diam bila ketidakadilan terjadi. Mari, Pak Presiden, jangan sampai kami dibuat kecewa atau bersedih.”
Pesan tersebut terdengar jelas: lugas, jujur, tetapi tetap dengan bahasa yang penuh rasa hormat.
Mendalami Tuntutan: Apa Itu 17+8 Tuntutan Rakyat?

Alasan Desta Kritik: Dari Harapan ke Potensi Kekecewaan Pemilih
Desta Kritik menjelaskan bahwa dukungannya pada pemilu lalu berangkat dari sebuah harapan besar. Oleh sebab itu, ketika arah pemerintahan mulai dianggap menjauh dari janji, ia merasa wajib menyampaikan kritik. Bahkan, ia sempat menyinggung kekhawatiran bahwa ke depan dirinya dan sebagian masyarakat bisa saja memilih untuk golput apabila kepercayaan semakin terkikis. Intinya, ia hanya ingin menyampaikan pesan sederhana: “jangan sampai kami kecewa, karena dulu kami memilih dengan keyakinan penuh.”
Respon Publik: Saat Figur Terkenal Jadi Cerminan Suara Rakyat
Unggahan Desta Kritik mendapat sambutan luas dari berbagai kalangan. Banyak orang merasa pesannya mewakili keresahan mereka, khususnya kelompok masyarakat yang sebelumnya hanya memberi dukungan tanpa suara lantang. Media mencatat, Desta menekankan pentingnya hak rakyat untuk ikut mengawasi jalannya pemerintahan. Ia juga menegaskan bahwa kebijakan serta ketegasan seorang presiden akan sangat menentukan arah masa depan bangsa.
Selain itu, aksi yang ia lakukan sejalan dengan gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat. Menariknya, sejumlah selebritas lain seperti Ayu Ting Ting, Wendy Cagur, hingga Tretan Muslim ikut mendukung gerakan ini. Hal itu menjadikan suara protes tersebut bukan sekadar gerakan mahasiswa, melainkan aspirasi bersama yang lebih luas.
Gaya Komunikasi: Tegas Namun Tetap Sopan
Yang membedakan, cara Desta Kritik menyampaikan kritik tidak bernuansa marah atau menyerang. Ia memilih jalur yang lebih santai dan sopan, namun tetap lugas. Dari posisinya sebagai seorang pemilih, ia mengingatkan pemimpin agar mendengar suara rakyat. Gaya komunikasi semacam ini kerap dipandang lebih membangun karena mengajak berdialog, bukan memecah belah.
Dampak yang Mungkin Timbul: Kritik yang Menggema
Sebagai figur publik, pernyataan Desta Kritik tentu membawa pengaruh besar. Setidaknya ada beberapa dampak yang bisa dirasakan:
Mendorong masyarakat lain lebih berani menyampaikan pendapat secara konstruktif.
Memberi tekanan moral pada pemerintah agar menanggapi tuntutan rakyat, terutama yang bersifat mendesak.
Menguatkan legitimasi gerakan 17+8, karena dukungan datang dari beragam kalangan, tidak sebatas mahasiswa.
Apabila Presiden Prabowo menanggapi dengan langkah konkret, citra pemerintah bisa semakin baik. Namun, jika diabaikan, ada risiko kepercayaan publik semakin merosot.
Kesimpulan: Kritik sebagai Bentuk Simpati, Bukan Permusuhan

Pada akhirnya, apa yang disampaikan Desta Kritik mencerminkan situasi politik dan sosial: dukungan saja tidak cukup, pemimpin juga harus tetap berpihak pada rakyat. Dengan santai namun sopan, ia menyalakan lampu waspada—bahwa kepercayaan butuh dipertahankan, bukan hanya diraih.
Sikapnya layak dicontoh: berani menyuarakan ketidakpuasan tanpa menyerang, menuntut akuntabilitas tanpa menebar kebencian. Semoga Desta Kritik pesan ini jadi pengingat bahwa di republik ini, suara rakyat tetap paling utama—dengan harapan, reformasi, dan empati terus menyatu dalam perjalanan bangsa.
Baca Juga Artikel Ini: Demo 25 Agustus: Aksi nyata Pembawa Perubahan 2025
