Kalau kamu pencinta drama Korea yang dibumbui romansa, Melo Movie mungkin sudah masuk daftar tontonanmu. Drama ini bukan sekadar kisah cinta biasa — ia adalah melodrama romantis yang padu-padankan antara cinta, impian, rasa sakit, dan pencarian jati diri. Serial ini tayang 10 episode di Netflix sejak 14 Februari 2025, hadiah Valentine’s Day dari tim kreatifnya untuk para penggemar kisah cinta yang manis sekaligus emosional.
Produser Melo Movie, Penulis, dan Para Bintang

Yang membuat Melo Movie menarik sejak awal adalah tim di baliknya. Drama ini ditulis oleh Lee Na‑eun, yang sebelumnya menggarap Our Beloved Summer — salah satu drama romansa Korea paling dicintai penonton global. Disutradarai oleh Oh Chung‑hwan, yang juga pernah sukses dengan Hotel del Luna, Castaway Diva, dan lainnya. Kombinasi ini menimbulkan ekspektasi tinggi dari awal Wikipedia.
Pemeran utama juga bukan nama sembarangan. Ada:
Choi Woo‑shik sebagai Ko Gyeom — seorang pencinta film yang menjadi kritikus.
Park Bo‑young sebagai Kim Mu‑bee — asisten sutradara yang bermimpi menjadi sutradara.
Lee Jun‑young dan Jeon So‑nee sebagai karakter pendukung yang kisahnya punya peran besar dalam keseluruhan cerita.
Karena latar belakang talenta kreatif dan aktornya, Melo Movie langsung jadi salah satu drama yang banyak dibicarakan saat dirilis.
Sinopsis: Cinta, Kerinduan, dan Dunia Perfilman
Inti cerita Melo Movie berkisar pada kisah cinta antara seorang penggemar film dan seorang calon sutradara — dua orang yang mencintai dunia perfilman dengan cara yang sangat berbeda.
Ko Gyeom tumbuh besar dalam kehidupan yang berat. Biografi hidupnya dipenuhi dengan luka masa kecil dan kenangan yang sulit, sehingga dia mencari pelarian dalam film. Baginya, film bukan sekadar hiburan — film adalah tempat dia menemukan makna, kenyamanan, bahkan pelukan emosional ketika hidup terasa sunyi.
Di sisi lain, Kim Mu‑bee justru memiliki hubungan yang berantakan dengan dunia film karena tragedi yang pernah menimpa keluarganya. Walaupun bercita‑cita jadi sutradara, ia membawa luka batin yang membuatnya ambivalen terhadap karya yang dicintainya.
Dengan detail seperti ini, kita mendapat gambaran bahwa Melo Movie bukan cuma cinta pertama yang polos. Ceritanya slow burn — berkembang pelan, namun penuh lapisan emosional yang membuat setiap adegan terasa bermakna.
Alur Cerita: Perjalanan Cinta dan Pencarian Jati Diri
Satu hal yang sering dibahas penggemar drama ini adalah bagaimana alur Melo Movie kadang tak berjalan lurus seperti K‑Drama romcom pada umumnya. Serial ini lebih suka mengambil tempo pelan dan menggali perasaan karakter secara mendalam, daripada serangkaian peristiwa dramatis atau plot twist besar.
Cerita dimulai ketika Ko Gyeom bertemu Mu‑bee saat audisi. Mereka saling tertarik, tapi perbedaan sudut pandang terhadap film — metafora untuk cara pandang hidup mereka — membuat hubungan itu rumit. Setelah hubungan mereka putus, Gyeom muncul kembali sebagai film critic sementara Mu‑bee kini menjadi sutradara, dan perjalanan mereka kembali menjadi satu sangat tidak sederhana.
Ada banyak momen flashback, hening yang mendalam, dan percakapan yang terasa nyata — tidak sekadar dialog klise cinta remaja. Serial ini membuat kita melihat betapa kompleksnya cinta dewasa yang tak bisa diselesaikan hanya dengan adegan ciuman dan pengakuan di hujan.
Tema‑tema Besar di Balik Romansa

Selain kisah cinta utama, Melo Movie juga menggali beberapa tema besar yang membuatnya terasa lebih dari sekadar romansa ringan:
1. Trauma dan Penyembuhan
Gyeom dan Mu‑bee masing‑masing membawa luka masa lalu. Gyeom kehilangan orang yang dicintainya dan menutup diri dalam film, sementara Mu‑bee berjuang dengan kenangan pahit yang membuatnya ragu untuk mencintai kembali. Drama ini memberi ruang bagi trauma itu untuk muncul, dan perlahan disembuhkan, bukan sekadar diabaikan.
2. Identitas dan Aspirasi
Mu‑bee tidak hanya seorang cinta, dia juga seorang sutradara yang berusaha menemukan suaranya sebagai pembuat film. Begitu pula Gyeom yang harus menghadapi kenyataan apakah dunia film adalah hidupnya, atau apakah ini hanya cara dia menghadapi kesepian.
3. Teman dan Hubungan Pendukung
Kedua karakter utama tidak sendirian. Ada kisah lain tentang Hong Si‑jun dan Son Ju‑a — teman dekat mereka — yang juga mengulas hubungan masa lalu, cinta yang tak selesai, dan bagaimana mereka menerima kenyataan atau move on.
Kelebihan: Realisme dan Kehangatan Emosional
Banyak penggemar mengatakan Melo Movie punya nuansa yang lebih realistis dibanding romcom pada umumnya, karena tidak mengejar klise drama Korea yang seringkali bombastis. Alur yang lambat, dialog yang terasa natural, dan emosi yang dibiarkan berkembang perlahan membuat beberapa penonton merasa “nyata” dalam pengalaman mereka menyaksikan karakter‑karakternya.
Untuk penonton yang suka slow burn romance, atau drama yang memadukan romansa dengan perjalanan hidup, Melo Movie bisa terasa sangat memuaskan.
Kritik: Pacing yang Lambat dan Ekspektasi Romcom yang Tidak Terpenuhi
Namun, tidak semua orang menyukai ritme pelan yang diusung drama ini. Beberapa penonton merasa cerita berjalan terlalu lambat, bahkan membosankan di beberapa bagian, terutama di tengah serial. Ada yang berharap Melo Movie akan menjadi romcom yang lebih ringan dan lucu, tetapi merasa kecewa karena nuansanya lebih dramatis daripada komedik.
Selain itu, beberapa penonton juga merasa karakter tertentu kurang berkembang atau tidak sekuat ekspetasi awal — terutama jika dibandingkan dengan karya sebelumnya dari penulis atau aktor yang sama.
Haruskah Kamu Nonton Melo Movie?
Kalau kamu mencari kisah cinta yang manis, emosional, dan bukan sekadar romansa klise, Melo Movie layak masuk daftar tontonanmu. Ini drama yang merayakan cinta sebagai proses — bukan hasil instan — dan mengajak kita melihat bahwa cinta terkadang memerlukan ruang, waktu, dan kesadaran diri.
Tapi, jika kamu berharap tontonan yang ringan, lucu, dan cepat feel good, drama ini mungkin terasa terlalu lambat atau terlalu “berat” secara emosional.
Di sisi lain, penonton yang suka karakter kaya lapisan dan cerita yang berfokus pada hubungan kompleks akan menemukan Melo Movie sebagai karya yang memorable — bukan hanya sekadar drama cinta biasa.
Baca fakta seputar : Movies
Baca juga artikel menarik tentang : Rebel Ridge: Thriller Aksi Penuh Ketidakadilan yang Membuat Penonton Tegang
